delete replyafemaleguest wrote today at 5:47 AM
yosieprodigy said
agaknya yang dikatakan sus mirip dengan provokasi yang pernah kulontarin ke beberapa feminis 'radikal' (dalam arti stubborn dengan semangat kesetaraan, emansipasi): "menurutmu, klitoris itu penis yang gagal berkembang, atau penis itu mutant klitoris yang membengkak?" Menurutku dua perspektif berbeda ini gak akan bisa didamaikan, atau kata Thomas Kuhn, terjadi incommensurability, semua punya ukuran sendiri2.
hi ... better late than never, people say ...
so, let me respond this, although late ... :)
well well well ,,, aku tidak mengatakan bahwa klitoris itu penis yang gagal berkembang, you 'read' it too much beyond what I meant. :)
untuk mengcounter pendapat bahwa phallus itu powerful, aku mengatakan bahwa vagina pun bisa dikategorikan powerful, seperti yang kutulis di koment ku di atas.
nah ... sebagai seseorang yang menginginkan equality, dan bukan saling mengklaim siapa yang lebih berkuasa, aku tidak menginginkan kedua hal tersebut: bahwa phallus lebih berkuasa, ataupun vagina lebih powerful.
equality, ya sama-sama lah. kalau di komen lain ada yang tidak setuju dengan penggunaan kata 'equality' dan lebih merujuk kata mutual relationship, well ... what is in a name? ini menurutku.
if you know my favorite reading is JURNAL PEREMPUAN, dimana most of the articles itu lebih menjunjung kesetaraan, dan bukannya kaum perempuan ingin lebih menguasai laki-laki, you will realize that you have misread my comment.
if you have more spare time, you can read my blog at
http://afeministblog.blogspot.com thoroughly, and you will know, I don't want belong to any feminism ideology, I'd rather belong to the peaceful side.